Bank of Japan (BoJ): Panduan Untuk Para Trader

Denny Yamada, 2020-12-22 12:13:17

Bank of Japan (BoJ): Panduan Untuk Para Trader

Denny Yamada, 2020-12-22 12:13:17

Bank of Japan (BoJ) adalah bank sentral Jepang, dengan tugas utamanya adalah menetapkan kebijakan moneter yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan sistem keuangan Jepang yang kuat. Sebagai bank sentral, BoJ jelas memiliki dampak langsung pada pasar forex, sehingga kebijakan dan keputusan yang diambil di setiap pertemuannya penting untuk diikuti oleh trader.

Pelajari tentang Bank of Japan dan forex, mandat bank, dan bagaimana kebijakan moneter memengaruhi perdagangan forex, dan implikasinya saat trading dalam mata uang JPY.

Apa Itu Bank Of Japan?

Bank of Japan, atau Nichigin, adalah bank sentral Jepang yang bertugas mengatur kebijakan moneter dan mengeluarkan mata uang untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Dewan Kebijakan bank mengadakan pertemuan kebijakan moneter rutin, memutuskan pendekatan terhadap suku bunga, dan cara mereka untuk mengimbangi inflasi.

Siapa yang Memiliki Bank Of Japan?

Pemerintah Jepang memiliki 55% kepemilikan bank, dan hak suara 100%. Sisa 45% adalah float publik, yang diperdagangkan sebagai JASDAQ. BoJ terhitung sejak Agustus 2019, dipimpin oleh Haruhiko Kuroda sebagai Gubernur BoJ, yang sudah menjabat sejak Maret 2013 dan saat ini menjalani masa jabatan lima tahun keduanya, yang dijadwalkan berjalan hingga April 2023.

Mandat Utama BoJ Terhadap Ekonomi

BoJ menganggap mandat intinya adalah:

  1. Menjaga stabilitas sistem keuangan
  2. Menjaga stabilitas harga

Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan

BoJ mengimplementasikan kebijakan moneternya dengan tujuan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, yang meliputi pengendalian mata uang, pengendalian moneter dan penerbitan uang kertas. Ini juga dimasukkan ke dalam tujuan inti BoJ lainnya, karena kontrol mata uang dan moneter merupakan bagian dari rencana untuk mencapai stabilitas harga dan mengembangkan ekonomi.

Menjaga stabilitas harga

Mempertahankan stabilitas harga merupakan tujuan utama BoJ lainnya. Ekspor merupakan hal penting bagi Jepang, sehingga BoJ berusaha untuk menjaga harga tetap stabil dan akan memanipulasi tingkat suku bunga dengan tujuan mengembangkan ekonomi nasional. Bank sentral mendefinisikan 'stabilitas harga' sebagai kenaikan 2% dari tahun ke tahun dalam Indeks Harga Konsumen (CPI).

Bagaimana BoJ menjalankan mandatnya?

BoJ mengadakan pertemuan kebijakan moneter (MPM) reguler, di mana BoJ menetapkan tingkat suku bunga resmi dan kebijakan moneter lainnya dengan harapan dapat mencapai stabilitas harga dan stabilitas sistem keuangan. MPM melangsungkan pertemuan delapan kali setahun dan berlangsung selama dua hari, selama itu Dewan Kebijakan (Gubernur, dua Deputi Gubernur, dan enam anggota lainnya) akan membahas dan melaksanakan kebijakan moneter. Pada Juli 2018, suku bunga dasar tetap ditetapkan di -0,1% dengan harapan pertumbuhan ekonomi.

Bagaimana Kebijakan Moneter Bank Of Japan Mempengaruhi Yen

Jepang telah mengalami kondisi ekonomi yang sulit dengan inflasi yang sangat rendah selama beberapa dekade terakhir, yang terus gagal mencapai inflasi 2%. BoJ telah mengadopsi langkah yang dikenal dengan pelonggaran kebijakan moneter, mempertahankan tingkat suku bunga di level rendah dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian.

Ketika ada sedikit insentif untuk disimpan karena suku bunga rendah, idenya adalah bahwa orang akan lebih banyak berbelanja, menempatkan uang ke dalam perekonomian dan mendorong inflasi. Hal ini membuat yen menjadi semakin lemah terhadap mata uang utama, termasuk Dolar AS dan Euro, sejak Kuroda menjabat.

USD/JPY berjanjak dari level 94,00 pada Maret 2013 ke atas level 125,00 pada Juni 2015, setelah Kuroda mengumumkan langkah-langkah kebijakan pertamanya. Dan meski berfluktuasi, sejak itu nilai yen bertahan jauh di bawah level tersebut ketika ia menjadi gubernur, dengan USD/JPY berada di sekitar level 108,00 pada Juli 2019.

Grafik USD/JPY menunjukkan fluktuasi nilai di sekitar pengumuman utama BoJ

Setelah periode 2012 hingga 2013 ketika yen relatif kuat terhadap Dolar AS, yen jatuh ke level 125,00 pada Juni 2015 setelah pengumuman langkah-langkah kebijakan awal Kuroda. Nilai tukar yen kembali turun pada Januari 2016, ketika Kuroda membuat pengumuman mengejutkan bahwa bank akan menerapkan suku bunga negatif untuk pertama kalinya, membebankan -0,1% pada simpanan yang disimpan di bank. Kebijakan ini bertujuan agar lembaga keuangan menarik uangnya untuk diinvestasikan di tempat lain, daripada merugi dengan menimbun uang tunai.

Pengumuman ini mengejutkan pasar karena Kuroda baru-baru ini mengatakan kepada komite anggaran parlemen bahwa dia tidak ingin melakukan perubahan kebijakan untuk saat ini. Yen jatuh terhadap mata uang termasuk dolar dan pound, sedangkan indeks Nikkei 225 naik beberapa jam setelah pengumumannya.

Cara Trading Dengan Keputusan Suku Bunga BOJ

Keputusan suku bunga BoJ dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan pengeluaran dan investasi, yang mempengaruhi inflasi. Perubahan permintaan pada saham dan mata uang karena terjadinya perubahan suku bunga dapat menciptakan peluang perdagangan forex. Meski suku bunga tetap sama, antisipasi seputar peristiwa penting seperti pertemuan kebijakan moneter dapat memengaruhi pasar forex.

Suku bunga jangka pendek sangat penting dalam menentukan penilaian mata uang, jadi trader akan mengawasinya dengan cermat. Berikut pola umumnya:

Ekspektasi PasarHasil AktualPengaruh Yang Dihasilkan
Suku Bunga NaikSuku Bunga DitahanMata uang Depresiasi
Suku Bunga TurunSuku Bunga DitahanMata uang apresiasi
Suku Bunga DitahanSuku Bunga NaikMata uang apresiasi
Suku Bunga DitahanSuku Bunga DipangkasMata uang Depresiasi

Poin Penting Dari BOJ Dan Trading Forex

  • Bank of Japan memiliki peran mendasar dalam menentukan nilai tukar yen
  • Perubahan suku bunga jangka pendek merupakan faktor kunci dalam penilaian mata uang
  • Pertemuan kebijakan moneter Bank of Japan dapat mempengaruhi nilai tukar yen, karena pada saat itulah keputusan penting dibuat.