Posisi Long vs Short Dalam Trading Forex

Denny Yamada, 2020-12-09 12:35:49

Posisi Long vs Short Dalam Trading Forex

Denny Yamada, 2020-12-09 12:35:49

Bagi semua trader pemula, memahami dasar membuka posisi long atau short dalam forex adalah hal yang sangat fundamental. Membuka posisi long atau short berdasarkan apakah trader berpikir mata uang akan terapresiasi atau naik atau terdepresiasi atau turun, terhadap mata uang lain.

short term

Sederhananya, ketika seorang trader berpikir sebuah mata uang akan menguat, mereka akan mengambil posisi “Long” mata uang yang mendasarinya, dan ketika trader memperkirakan mata uang tersebut terdepresiasi, mereka akan mengambil posisi “Short” mata uang yang mendasarinya.

Tetap memantau untuk dapat lebih memahami mengenai posisi long dan short dana trading forex dan kapan menggunakannya.

Apa Itu Posisi Dalam Trading Forex?

Sebuah posisi dalam forex adalah sejumlah mata uang yang dimiliki oleh individu atau entitas yang selanjutnya memiliki eksposur pada pergerakan mata uang tersebut terhadap mata uang lainnya. Posisi yang dimaksud bisa Short atau Long. Sebuah posisi pada forex memiliki tiga karakteristik:

1. Pasangan mata uang uang mendasari

2. Arah (posisi long atau short)

3. Besaran (dalam hal ini lot)

Trader dapat mengambil posisi dalam berbagai pasangan mata uang. Jika mereka memperkirakan harga satu mata uang akan menguat, posisi long atau buy dapat diambil. Besaran posisi yang diambil haruslah disesuaikan dengan atau tergantung pada seberapa besar ekuiti dan margin yang menjadi syarat trading. Sangatlah penting bagi trader untuk menggunakan jumlah leverage yang tepat.

Apa Yang Dimaksud Dengan Memiliki Posisi Long atau Short?

Memiliki posisi short atau long dalam forex berarti bertaruh pada satu pasangan mata uang apakah akan menguat atau melemah. Membuka posisi Long atau Short adalah aspek yang terkait dengan pasar yang paling mendasar. Ketika trader mengambil posisi long, dia akan memiliki saldo investasi yang positif dalam sebuah aset, dengan harapan aset tersebut akan terapresiasi. Jika mengambil posisi short, dia akan memiliki saldo investasi negatif, dengan harapan aset tersebut akan terdepresiasi sehingga dapat dibeli kembali dengan harga yang lebih rendah di kemudian hari.

Apa Itu Posisi Long dan Kapan Melakukannya?

Posisi long adalah perdagangan yang dieksekusi di mana trader mengharapkan instrumen yang mendasari akan terapresiasi atau mengalami kenaikan. Misalnya, ketika seorang trader mengeksekusi order posisi buy, mereka memegang posisi panjang di instrumen yang mendasari yang mereka beli, misalkan USD/JPY. Di sini mereka mengharapkan Dolar AS menguat terhadap Yen Jepang.

Sebagai contoh, seorang trader yang buka posisi buy sebesar dua lot USD/JPY memiliki posisi Panjang sebanyak 2 lot dalam USD/JPY. Mata uang yang diperdagangkan adalah USD/JPY, dengan arah posisi long atau buy, dan dengan besar ukuran dua lot.

Trader mencari sinyal buy untuk masuk posisi long. Banyak indikator digunakan oleh trader untuk mencari sinyal buy dan sell untuk memasuki pasar. Sebuah contoh sinyal beli ketika satu mata uang jatuh ke level support. Pada grafik di bawah USD/JPY terdepresiasi ke level 110,274 tetapi didukung pada level itu beberapa kali. Level 110,274 ini menjadi level support dan menawarkan sinyal buy pada trader ketika harga turun ke level itu.

Satu keuntungan pasar forex adalah secara virtual diperdagangkan dalam 24 jam sehari, 5 hari selama seminggu. Beberapa trader menyukai sesi New York, London, dam kadang Sydney dan Tokyo karena likuiditas pasar lebih besar.

Apa Itu Posisi Short dan Kapan Memperdagangkannya?

Posisi short atau pendek pada dasarnya adalah kebalikan dari posisi Panjang (long). Ketika trader masuk posisi pendek, mereka mengharapkan harga mata uang yang mendasari turun. Untuk posisi jual mata uang berarti menjual mata uang yang mendasarinya dengan harapan harganya selanjutnya akan turun, memungkinkan trader untuk kembali buka posisi buy pada mata uang yang sama di kemudian hari tetapi dengan harga yang lebih rendah. Selisih antara harga jual yang lebih tinggi dan harga beli yang lebih rendah adalah keuntungan. Contoh praktis, jika seorang trader buka posisi sell pada USD / JPY, mereka menjual USD untuk membeli JPY. Para trader mencari sinyal sell untuk memasuki posisi short. Sinyal sell yang umum adalah ketika harga mata uang yang mendasarinya mencapai level resistensi. Level resistensi adalah level harga yang mendasari kesulitan untuk menembus ke atas. Pada grafik di bawah ini USD/JPY menguat ke level 114,486 dan berjuang untuk menguat lebih lanjut. Level ini menjadi level resistance dan menawarkan sinyal sell kepada trader ketika harga mencapai level 114,486.

Beberapa trader lebih suka trading hanya selama sesi perdagangan utama, meskipun jika ada peluang, kebanyakan trader dapat mengeksekusi perdagangan mereka kapan pun pasar forex terbuka.